Selasa, 26 April 2011

Sumpah

(Karya : Muhammad Reno Fandelika)

Sumpah , malem ini..
Malam ini bagaikan sebuah pelabuhan , yang telah di cari kapal selama bertahun tahun
Malam ini bagaikan air , bagai manusia yang tak menikmatinya

Sumpah , kamu..
Kamu adalah yang selama ini aku cari
Kamu lah tokoh khayalan dalam buku buku pikiran
Kamu lah sosok indah dalam sinetron sinetron hati

Sumpah , namamu..
Namamu bagaikan seteguk air dalam berjuta kekeringan
Namamu bagaikan bukit yang menimbulkan kedamaian
Namamu bagaikan hujan dalam kemarau panjang

Sumpah , hatiku..
Hatiku kini bagaikan musim semi
Hatiku kini di tumbuhi jutaan bunga mawar
Hatiku kini tampak bercahaya

Karna kamu malam ini , karna namamu ,telah menyejukkan hatiku..

Sabtu, 23 April 2011

Cinta

(Karya : Muhammad Reno Fandelika)

Cinta terkadang bukit yang harus di daki
Cinta terkadang laut yang harus di selami
Cinta seperti mimpi yang hanya menghiasi malam
Cinta juga seperti nyata yang tampak di siang

Terkadang pejuang cinta menghabiskan hidupnya untuk mencari fatamorgana
Terkadang juga pejuang cinta mendapati mawar di tamannya
Terkadang pujangga menghabiskan penanya karna cinta
Terkadang malaikat menghabiskan panah nya untuk cinta

Cinta datang karna terbiasa
Cinta datang untuk mengobati luka
Meskipun kelak akan membuat luka baru
Bukan karna cinta itu jahat
Tapi , itulah CINTA

Armada-Pemilik Hati

Lihat ku disini
Kau buat ku menangis
Tak ingin menyerah
Tapi tak menyerah
Mencoba lupakan
Tapi ku bertahan

Reff:
Kau terindah kan selalu terindah
Aku bisa apa 'tuk memilikimu
Kau terindah 'kan selalu terindah
Harus bagaimana ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku

Mungkin lewat mimpi
Ku bisa 'tuk memberi
Ku ingin bahagia
Tapi tak bahagia
Ku ingin dicinta
Tapi tak dicinta

Back to Reff: 2x

Kau pemilik hatiku
Kau pemilik hatiku
Kau pemilik hatiku

Kamis, 21 April 2011

Sebuah

(Karya : Muhammad Reno Fandelika)

Sebuah Hal yang kumulai dan tak bisa ku selesaikan
Sebuah akhir yang pahit dari awal yang manis
Sebuah kebanggan yang aku lepaskan
Sebuah tujuan yang hilang di injak kegagalan

Aku adalah seorang makhluk yang terbuang dari makhluknya
Aku adalah secercah harapan yang di telan waktu
Aku adalah sebukit cita cita yang di lenyapkan kegelapan malam

Sebuah perasaan yang seperti kalah sebelum berperang
Sebuah rasa yang seperti Mati sebelum di penggal

Dan kebanggaan itu hanya tinggal mimpi tanpa kenyataan..

Sabtu, 16 April 2011

Aku

AKU
(Karya : Chairil Anwar , Maret 1943)


Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Doa

Doa
(Karya : Chairil Anwar)

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
Mengingat kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku penggembara di negeri asing
Tuhanku
Di Pintumu aku mengetuk
Aku tak bisa berpaling

Kenapa Tuhan Menciptakanmu

udah lama gak ngupdate postingan blog nih.. hahaha.. sekarang aku mau nge post sebuah puisi berjudul

Kenapa Tuhan Menciptakanmu
(karya:Rahadian Nugi Sutrisno)

Aku berusaha bertanya pada diriku dan menjawabnya melalui hati yang berbunga
Aku berusaha bertanya pada awan dan menjawabnya melalui angin yang hilir berhembus

Pertanyaan tentang sebuah nama yang tak henti disebut
Tengtang Hati yang menjadi kelabu kalanya hilang
Tentang dunia yang serasa kiamat bila suaranya hening di dengar

Aku tak pernah tau kapan tuhan membawa perjumoaan itu padaku lagi
Menjinjing seonggok rindu yang akan ku sampaikan
Dengan bulan dan bintang yang menaburkan serpihan angin

Dia inspirasiku
Dia ibarat lebah yang tak lepas dari mahkota bunga
Dia ibarat daun yang tak jatuh dari tangkainya
Dia ibarat rasa yang tak hilang dari jiwa kesepian
Kuanggap , dia pahlawanku
Dia adalah aku walau aku bukanlah dia

Aku merasa sama walau nyatanya aku berbeda
Aku merasa silau walau dirinya tak pernah berkilau
Aku merasa dekat walau jiwanya terbentang jarak
Tapi tetap , kamulah jawabannya

Kamulah jalan di hati yang berbunga
Kamulah angin yang hilir berhembus
Kamulah jawaban dari kelabu dan kehancuran dunia
Kamulah peribahasa hidup yang tak pernah jauh

Tapi , tak ada yang taku kamu siapa
Untuk apa
Dan seperti apa

Karena aku hanya ingin bertanya