Minggu, 29 Juni 2014

Yang Pergi dan Tak Akan Pernah Kembali

Assalamualaikum!
Wuah akhirnya baru dapet koneksi lagi setelah dirumah kakek di jakarta gak ada wifi. Hm... sekarang udah masuk bulan suci lagi ya, bulan ramadhan, bulan puasa. Gimana? 2 hari puasa ini pada lancar kan? *krik* *gak ada yang jawab* wkwk oke Alhamdulillah yak kalo puasa nya lancar lancar aja.

Oh iya dulu Allah mewajibkan umat muslim untuk berpuasa itu cuman tiga kali dalam setiap bulannya, Itu udah dilakuin sejak jamannya nabi Nuh AS. Lalu semua itu berubah sejak Allaw SWT menurunkan sebuah ayat dari surat Al-Baqarah, berikut ini bunyi nya :

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS: Al Baqoroh: 183)

lalu Allah menurunkan kembali ayat sesudah nya yang lebih menjelaskan lagi tentang puasa itu sendiri, berikut isinya :

"Yaitu dalam beberapa hari yang tertentu, maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan, lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah yaitu memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS: Al Baqoroh: 184)

Ya itulah dua buah ayat tentang puasa, tapi dalam post ini aku gak akan mbahas asal usul puasa secara lengkap ya karna pengetahuanku yang terbatas, nanti malah salah kan repot~
Disini aku mau mbahas tentang waktu. Ada apa dengan waktu?
Aku dapet rumus baru nih

"Kalo kamu pergi ke suatu tempat yang jauh dan tidak bisa kamu tuju setiap hari, tempat yang sama, keadaan yang sama, cara yang sama namun dalam waktu yang berbeda, maka kamu akan merasakan bagaimana waktu itu berlalu dengan sangat cepat."

Gak setuju? well, pendapat masing masing sih, tapi aku baru ngerasain rumus itu kemarin. Yap.
Kemarin pas perjalanan ku ke Jakarta, aku ngerasain itu, setahun yang lalu, aku juga pergi ke Jakarta. Pas aku mau pulang kemarin, rasa nya sama. Situasi nya, percakapan percakapan nya, dan para pelaku nya tentu nya. Aku jadi mikir, "gilak terakhir kayak gini tu udah setahun yang lalu ya, cepet banget." apalagi kalo kamu inget keadaan pun udah jauh berubah, jauh sekali, dan hanya dalam tempo setahun. Ya, sebenernya sih semua itu bisa berubah ya, keadaan itu bisa berubah hanya dalam tempo sehari, sejam, semenit bahkan sedetik.

Bulan Ramadhan ini pun juga akan menjadi bukti bahwa waktu itu selalu berlalu cepat. Karna bulan Ramadhan ini hanya sekali dalam setahun, tentu nya kita masih inget kan apa yang kita lakukan setahun yang lalu, dua tahun yang lalu, bahkan tiga sampai 5 tahun yang lalu.

Gak percaya? Aku sendiri juga ngerasain gimana bulan Ramadhan membuat aku sadar tentang waktu yang pergi. Ini satu hal yang selalu membuat bulan ini istimewa, setiap sore aku dateng ke masjid, ngajar adek2 TPA, malem nya habis tarawih tinggal di masjid sebentar ngurus infaq, trus ikut tadarus, beres2. Sebuah kegiatan rutin yang hanya dilakukan setahun sekali tu bener bener membekas.

 Hmm.. masih gak percaya? Coba besok selama bulan puasa kita bakal banyak ngalamin buber kan? buber yang sama, orang2 yang sama, hanya waktu dan tempat yang berbeda mungkin. Contoh untuk aku sendiri ya, besok aku bakal ada buber x4 tiga angkatan ya. itu bakal kerasa luar biasa. Besok kita (x4'13) udah ngerasain di kelas 12, jadi x4 yang paling senior. Pasti bakal kerasa banget cepet nya waktu. Memori dua tahun yang lalu pas masih kelas 10 pun pasti masih keinget banget. Aku pribadi masih inget banget waktu itu kita yang nyiap nyiap in , lalu memori satu tahun yang lalu pun juga pasti gak dengan mudah hilang.

Waktu itu berharga kawan, kita gak akan pernah bisa ngembaliin waktu yang telah lewat, bahkan untuk menghentikannya pun mustahil.Mesin waktu? itu bukan solusi, kalo pun tekhnologi nanti benar benar menciptakan mesin waktu, mesin itu hanya akan membawa kita ke masa depan, tanpa bisa membawa kita ke masa lalu, dan itu hanya sekali perjalanan. karna ya itu, waktu gak akan mungkin pernah kembali. Maka, nikmatilah yang ada di kamu sekarang, jagalah semua yang ada di kamu sekarang, sebelum semua menjadi kenangan, dan bahkan kalo kamu gak bisa menjaga apa yg ada di kamu sekarang, kenangan itu akan menjadi kenangan buruk. cukup menyedihkan, karna kenangan itu akan membekas selamanya.

"Jalani lah waktu dan yang ada di dalam nya sebaik baik mungkin, karna waktu adalah sesuatu yang pergi dan tak akan pernah kembali"

Kamis, 26 Juni 2014

'Kembali'

Wah gilakya habis baca postingan di blog ini yang lama lama, aku tertegun, wah dulu aku bisa ya menulis keresahan di blog, mungkin kalo itu di lanjutin aku udah bisa jadi comic a.k.a stand up comedian ya. Dulu aku gampang banget nulis, setiap ada keresahan tak tulis di blog. Sekarang kok gak bisa kayak gitu ya? Dulu kayaknya cukup bebas buat aku ber ekspresi disini. Sekarang kok enggak ya. Mungkin dulu tingkat ke geje an ku masih tinggi banget ya, dan semua maklum itu. Sekarang aku masih geje dan tingkat ke geje an ku udah menurun drastis. Ya tingkat geje dikit aja banyak yg salah paham sekarang apalagi nek kayak pas jaman smp ya-_-

Hm tapi ya itu kedewasaan ya mungkin. Semakin kita dewasa semakin berhati hati kita bertindak, ya aku akuin, meskipun aku suka dengan ke ekspresif an aku dulu yg barusan aku baca, tapi ada banyak banget post yg harusnya gak se frontal itu. Ya itulah tingkat ke dewasaan ya, dulu sih gak pake mikir dua kali langsung aja di lakuin, ya terus kayak gitu, sampe sekarang pun aku juga terkadang sifat gak hati hati nya juga muncul, jarang berpikir dua kali langsung aja di lakuin. Tapi pengalaman pengalaman yang udah aku alamin lah yang sedikit banyak ngerubah semua

Ya emang ya pengalaman itu adalah guru terbaik, aku nge bayangin jadi orang yang di masa lalu nya gak pernah punya pengalaman, mungkin di masa di mana dia harus menghadapi hidup sendiri itu bakal terasa sangat berat ya, dan kesalahan kesalahan dia baru muncul di masa itu. Ya, kesalahan, kita di masa ini gak harus takut ngelakuin kesalahan, bro. Masa muda, yang emang masa buat nyari pengalaman, kita gunakan buat mencari pijakan. Pijakan apa? Iya apakah kesini kokoh atau tidak, apakah bisa di lalui atau tidak~

Ya sedikit banyak aku bersyukur ya sama pengalamanku, ada positif negatif nya. Negatifnya? Mungkin aku gak se ekspresif dulu, aku gak bisa 'sok' asik lagi di blog kayak gitu,ya gak bisa dalam arti sebenernya, sifat orang kan berubah. Positif nya, ya itu kita bisa tau ini buruk untuk masa depan.

Hmmm kenapa post ini aku kasih judul 'kembali' ? Karnaaa post ini akan menandai kembali nya aku ke dalam dunia per blog an huahahahah dan akan berbeda dari yg dulu, dulu kan ceplas ceplos, sekarang mungkin lebih ber hati hati dan penuturannya lebih rapih. Ya aku habis menyadari ajasih dulu aku punya tempat pelampiasan keren, temen paling setia nek di curhatin, ya ini, blog ku ini. Blog yang udah ada sejak kelas 5 sd,blog yg berubah rubah fungsi.

Yaudah deh, post panjang pertama ku di tahun 2014, mungkin juga post panjang pertama sejak 2013. Yasudah, selamat pagi Indonesia!

"Dalam hidup kita tidak butuh penyapu pribadi yang 'membersihkan' jalan kita menuju kesuksesan, justru Tuhan memberi kita hidup untuk merasakan bagaimana sebuah kesuksesan dan perjalanan yang di lalui nya, bagaimana kesalahan dan perubahan yang mengiringi nya"

Selasa, 24 Juni 2014

Hilang

By : Muhammad Reno Fandelika 24 Juni 2014

Mungkin aku bisa menyatakan sayang kepada  ratusan  gadis di dunia ini
Mungkin aku bisa mengagumi  ribuan pesona indah yang Tuhan ciptakam
Mungkin mataku tak akan berkedip melihat jutaan hawa berparas ayu diluar sana
Namun aku tau pasti, hatiku hanya berlabuh pada satu pelabuhan, tak besar memang, namun menenangkan

Aku tidak pernah setuju konsep mengagumi dari jauh
Yang aku tahu, hati nya harus meraba rasaku
Namun saat diri ini menuliskan namamu dan sebungkus sayangku di selembar awan putih
Badai besar melaburkan awan tersebut, pecah berkeping keping

Perasaan ku tak sedangkal kolam yang di huni ikan hias yang berlari riang
Namun perasaanku juga tak sedalam samudra beserta jutaan makhluk ajaib yang diciptakan Tuhan
Logika ku tak aktif, tidak aktif merangkai keping keping kejadian yang mungkin terjadi
Logika ku bertindak lamban, mementingkan rasa atas nyata

Aku mencoba mengesampingkan egoku demi sebuah hati yang menunggu untuk di gapai
Hati yang berlari mendahuluiku dan cukup sulit aku untuk menyamai langkahnya
Hati yang kini melayang, bagaikan seekor Elang gagah mengepakkan sayap nya
Hati yang semakin tinggi, hingga menjadi bintang yang tak akan pernah sudi menerangi malamku

Jiwa ini ingin dapat berjalan beriringan dengan hati itu
Jiwa ini ingin dapat terbang bersama Elang gagah itu
Raga ini ingin berdiri diatas sana, menemani nya menjadi hiasan malam bagi jutaan umat manusia
Namun sebuah lagu malam dan kabut pagi menghempaskan tekad

Bedebah bodoh menari nari
Memunafikkan rasa untuk membuat nya tertawa
Bedebah bodoh berlari
Mencoba menghilang dari nya, yang kini jadi  permata

Mungkin jiwa ini terkurung dalam raga bedebah bodoh itu
Memunafikkan rasa, memutar balikkan fakta
Demi kepuasan pribadi
Demi derajat rasa yang akan  tampak semakin tinggi

Sekelompok itik berlari
Daun daun gugur terbang bersama cinta sejatinya
Kilatan cahaya menghangatkan diri kekasihnya
Jutaan umat bersujud menyebut nama pasangan jiwa nya

Rembulan tersenyum manis
Dua insan yang saling memunafikkan rasa menyambut ramah sang rembulan
Dua gejolak rasa yang tak mungkin di satukan
Karna terhalang ragu, dan kenyamanan

Kebodohan diri ini meronta
Hendak meminta maaf atas apa yang telah di perbuat
Sebuah kenangan hitam masa lalu
Merusak bayangan cerah masa yang akan datang

Lamunan dalam ku pun terhempas
Kala angin malam menghembuskan nafas abadi nya
Seuntai senyum pun memenuhi benakku

Senyum yang indah, yang kuharap akan kembali suatu saat nanti

Untitled

By : Muhammad Reno Fandelika, Juni 2014

Aku ingin melukis senyum mu di awan
Menggambarkan indahmu di tengah suci nya lembaran putih itu
Aku ingin merakit mahkota dari bunga terindah
Untuk kupasangkan pada parasmu yang menawan

Aku mencoba menerangkan gelap yang selama ini mengusikmu
Agar menyinarkan lagi setiap senyum mu
Aku ingin memahat namamu di singgasana terkokoh
Supaya semua dapat melihat rangkaian huruf terindah itu

Senja datang gantikan siang
Gundahmu datang gantikan tenang
Menyudutkanmu untuk memilih
Memilih untuk mengabaikanku

Indahmu, parasmu, senyummu, namamu
Semua membekas indag bagaikan lagu
Semua membekas indah bagai lagu
Yang dimainkan pujangga terhebat

Elemen suci dari dirimu
Yang hanpir ku rengkuh
Keheningan malam merenggut
Kebisingan pagi menghapus

Tidak ada yang lebih indah selain berjuang atas nama cinta
Tidak ada yang lebih indah selain mencintai, dan dicintai
Membuat hari hari mu penuh bunga, penuh warna
Membuat pelangi dalam mimpimu menyambut setiap pagi mu

Namun rasa sayang ini menyerangku dengan berbagai pedang tajam
Rasa sayang yang membuat ku kehilangan akal ku
Membuatku kehilangan semua yang hampir aku rengkuh
Menjadikan cita ku hanya sekedar sampah

Aku berjuang untuk ini, aku selalu berjuang
Mungkin kau tak melihatnya
Atau hanya menganggap perjuanganku sama seperti omong kosong sehingga kau tak pernah peduli?
Lalu harus berapa kali lagi aku harus terjatuh untukmu, bintang?