Wahai sang waktu, sudikah kamu istirahat disebelahku? Aku ingin menatap mata itu lebih jauh. Aku ingin tenggelam disana selamanya. Ah, seandainya foto dan lukisan tidak hanya tentang gambar tapi rasa. Ah, seandainya apa yang aku lakukan dan inginkan bisa diabadikan selamanya. Sudah jelas aku akan memasangnya di kamar tidurku, atau bahkan di ruang tengah rumahku.
Wahai sang waktu, sudah terlalu lama aku tanpa rasa itu. Duduk berdua dengan dia, yang tersayang, menikmati malam yang berhias bintang. Bisakah kau ulang lagi untukku? Aku belum cukup merengkuh hati itu. Aku belum selesai rasakan bahagia ku dan kamu. Bahkan dua tangan yang menggenggam belum ingin aku lepaskah. Ah, bolehkah kau putar lagi satu malam tadi?
Wahai sang waktu, dan harapanku bersamamu, sudikah kau intip masa depanku dan sertakan sosok itu? Aku bukan ingin menerka-nerka, aku juga bukan ingin langkahi sang kuasa, aku hanya ingin berdoa. Semoga satu waktu didepan, akan ada kita tanpa dia tanpa mereka.
Wahai sang waktu, kau mungkin tak pernah tahu seberapa dalam rasa itu, untuk wanita yang bahkan tak pernah memelukku, namun dia yang aku mau, sejauh apapun langkahku. Karena atas nama semua hati, aku tidak pernah seyakin ini.
-Minggu, 15 Juli 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar